Jalur Utama Bandung-Cianjur Dapat Dilalui, Pengendara Diimbau Ekstra Hati-Hati

- 18 Februari 2021, 23:35 WIB
Longsoran tanah dan bebatuan menutupi bagian jalan penghubung Cianjur dengan Bandung di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 17 Februari 2021.
Longsoran tanah dan bebatuan menutupi bagian jalan penghubung Cianjur dengan Bandung di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 17 Februari 2021. /Antara/Ahmad Fikri



Cianjurpedia.com - Jalur utama Bandung-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), tepatnya di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringgul, yang sempat terputus akibat longsor kemarin, Rabu 17 Februari 2021, sudah dapat dilalui dari kedua arah.

Namun, Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Jabar, Ananto Wibowo mengimbau pengendara untuk ekstra hati-hati karena alat berat milik Kementerian PUPR Pembangunan Jalan Nasional (PJN) PPK 2.5 Jabar, masih berupaya membersihkan material longsor.

"Satu unit alat berat milik Kementerian PUPR PPK 2.5 Jabar masih berusaha menyingkirkan material longsor berupa tanah dan batu berukuran besar yang sempat menutup akses jalan nasional Bandung-Cianjur, tepatnya di Tanjakan Mala, meski saat ini sudah dapat dilalui kendaraan," ucap Ananto dikutip dari Antara, Kamis 18 Februari 2021.

Baca Juga: MA Tolak Kasasi Aulia Pembunuh Suami dan Anak Tirinya

Menurutnya, sebagian besar material longsor berupa batu berbagai ukuran belum dapat disingkirkan.

"Masih banyak material longsor yang baru disingkirkan ke tepi jalan, sebagai upaya cepat membuka kembali akses jalan yang tertutup longsoran," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih berupaya agar seluruh material longsor dapat disingkirkan dalam waktu cepat, namun banyaknya material batu besar, menyulitkan proses evakuasi.

Bahkan upaya pembersihan material longsoran, sempat terhambat saat sore menjelang karena hujan kembali turun deras dengan intensitas lama.

Baca Juga: Polri Berikan Izin Keramaian Pelaksanaan Turnamen Pramusim Sepakbola Piala Menpora 2021

"Proses pembersihan material sempat terhambat, sehingga ditakutkan longsor susulan dapat terjadi setiap saat karena penanganan tebing yang longsor belum dilakukan," kata Ananto.

Pihaknya bersama aparat kepolisian terpaksa menyiagakan petugas untuk mengimbau pengendara agar berhati-hati dan tidak melintas di lokasi longsor saat hujan turun deras.

"Kita tempatkan petugas 100 meter sebelum lokasi longsor, sebagai upaya mengimbau pengguna jalan dapat melintas atau tidak," ucapnya.

Meski saat ini kendaraan dari kedua arah sudah dapat melintas, namun pembersihan belum tuntas seluruhnya sehingga hal tersebut perlu dilakukan.

Menurut Antano, dengan mengimbau pengendara dari 100 meter sebelum lokasi longsor merupakan upaya antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat longsor susulan terjadi.

Sementara Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan proses menyingkirkan material longsor masih dilakukan tim gabungan termasuk alat berat milik Kementerian PUPR PPK 2.5 Jabar.

Baca Juga: Longsor, Jalan Nasional Ciamis-Cirebon Terputus

"Kita terus berkoordinasi terkait proses pembersihan jalur dan penanganan tebing yang rawan longsor dengan Kementerian PUPR PPK Jabar," ucapnya.

Ia menargetkan, besok, Jumat 19 Februari 2021, penyingkiran material longsor dapat dituntaskan, agar jalan utama Bandung-Cianjur itu dapat dilalui normal.***

Editor: Sutrisno

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah