Sunat Pada Pria Dapat Mengurangi Risiko Penyakit yang Menular, Berikut Penjelasanya dari Dr. Boyke

- 5 Agustus 2022, 09:11 WIB
dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS mengatakan sunat di saat dewasa dapat mengurangi risiko tertular penyakit menular.
dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS mengatakan sunat di saat dewasa dapat mengurangi risiko tertular penyakit menular. /


Cianjurpedia.com – Ahli kesehatan seksual dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS mengatakan sunat di saat dewasa dapat mengurangi risiko tertular penyakit menular.

“Sunat atau sirkumsisi, selain dari aspek agama dan budaya, juga ada aspek kebersihan dan kesehatan”, ucap dr. Boyke.

Dia menjelaskan, pria yang tidak sunat dapat berpotensi ada kotoran, bakteri atau virus lainnya di sekitar kepala penisnya.

Kondisi normal kepala penis pria yang tidak disunat tertutup kulup atau kulit, maka butuh perawatan yang khusus seperti pembersihan secara berkala pada pria yang tidak sunat.

Baca Juga: Pembacaan Kartu Tarot Tiap Zodiak Jumat, 5 Agustus 2022, Jangan Meremehkan Kekuatan dalam Dirimu

Ketua PP Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Prof. Andi Asadul Islam menjelaskan beberapa metode dapat menjadi pilihan bagi pria dewasa yang ingin dikhitan, mulai dari konvensional, laser (electric couter) hingga klamp.

“Dulu awalnya sunat dengan cara konvensional. Didahului anestesi, terus dipotong. Dengan pemotong itu banyak risiko yang bisa dihadapi saat khitam, seperti pendarahan dan infeksi yang cukup tinggi karena adanya luka terbuka”, ucapnya.

Penggunaan metode khitam ini sesuai dengan keputusan pada pasien.

Baca Juga: Nama Bayi Perempuan Terpopuler Tahun 2022. Ssst Ada Nama yang Kamu Kenal

Menggunakan metode laser seperti lempeng besi tipis yang dipanaskan dengan listrik atau sama seperti solder, saat ujung lempeng menyala lalu proses pemotongan akan dilakukan.

Prof Andi mengatakan pendarahan saat khitan itu tergantung ukuran pada penis, semakin besar ukurannya maka makin besar juga pembuluh darah hingga risiko pendarahan semakin besar.

Sementara metode klamp dilakukan tanpa jahit dan menggunakan seperti alat penjepit. Jika menggunakan klamp, diameter penis maksimal yang khitan yaitu 3,4 cm.***

Editor: Sutrisno

Sumber: ANTARA


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x